You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Celuk
Logo Desa Celuk
Desa Celuk

Kec. Sukawati, Kab. Gianyar, Provinsi Bali

Selamat Datang di Website Resmi Desa Celuk

Sejarah Desa

Administrator 30 Desember 2022 Dibaca 4.065 Kali
Sejarah Desa

Sejarah Singkat Perbekelan Desa Celuk

            Bersumberkan rangkuman penuturan lisan para tetua diwilayah Perbekelan Desa Celuk yang diakibatkan karena tidak adanya data-data tertulis khusus untuk itu. Desa Celuk sebagai wilayah Perbekelan terdiri dari 3 (tiga) Wilayah Desa Adat yang sekaligus masing-masing Desa Adat itu merupakan Wilayah Banjar Dinas dan Banjar Suka Duka, dimana yang satu dengan yang lainnya mempunyai latar belakang sejarah masing-masing. Ketiga Banjar dan Desa Adat yaitu Banjar/Desa Adat Cemenggaon, Banjar/Desa Adat Tangsub dan Banjar/Desa Adat Celuk dengan sejarah singkatnya adalah sebagai berikut :

 

Banjar / Desa Adat Cemenggaon

            Semula diwilayah ini bermukim turunan ARYA CAMENG yang karena sesuatu keadaan terjadilah perpindahan dari wilayahitu ke Desa Paguyangan (Badung). Kemudian oleh Desa Sukawati di wilayah itu dijadikan pemukiman para prajurit dan penduduk. Untuk mengenal tempat kedudukan prajurit dan pemukiman penduduk diwilayah itu, maka lingkungan wilayah itu diberi nama “CAMENGGAON”. Nama ini diambil dari Arya Cameng yang berpindah (mekaon, bahasa daerah) dari wilayah itu.

 

Banjar / Desa Adat Tangsub

            Letak wilayah ini disebelah Barat Banjar Cemenggaon yang semula berupa wilayah pedukuhan bermukim kurang lebih 25 (dua puluh lima) orang Kepala Keluarga. Dipedukuhan itu bermukim seorang dalang (kidalang) yang terkenal kemahirannya sampai sekitar pedukuhan itu. Nama kidalang yang terkenal itu adalah I Gde Binder. Suatu Adat dan sopan santun pedesaan yang dengan segala cirri-cirinya, maka panggilan terhadap yang lebih tua, baik dari segi usia maupun kemampuannya diberikan julukan kehormatan sesuai dengan keahliannya kepada Kidalang ini diberikan julukan nama “DALANG KASUB” (dalang yang terkenal – bahasa Indonesia). Lama kelamaan wilayah pemukiman dalang itupun disebut “LANGSUB” yang kemudian menjadi “TANGSUB”.

 

Banjar / Desa Adat Celuk

            Arkian di tahun Isaka Warsa 1305, para pendatang yang bermukim disebelah Barat Desa Tangsub, wilayah Desa Adatnya menjadi satu dengan Desa Adat Sangsi. Letak wilayah Desa ini membujur memanjang. Tetapi wilayah Desa ini dipisah oleh suatu wilayah pemukiman. Karena letaknya terpisahkan oleh suatu wilayah lain, maka nama Desa ini disebut Desa “CELUK” (asal kata Selak – Seluk / Bahasa Bali) sedangkan wilayah yang memisahkannya disebut "SELAT”. Dalam perkembangan dan pertumbuhan Desa Celuk ini, terjadilah pemisahan  Desa Adat antara Sangsi dan Celuk. Pemisahan ini bermula memang karena mekarnya wilayah dan penghuninya, juga memang tuntutan kepentingan diwaktu itu.

 

Sumber foto: Facebook Sejarahbali.com

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 812.592.888,00 Rp 3.965.830.000,00
20.49%
Belanja
Rp 718.501.075,00 Rp 4.519.099.175,00
15.9%
Pembiayaan
Rp 578.269.175,00 Rp 553.269.175,00
104.52%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 1.710.700,00 Rp 19.000.000,00
9%
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 6.650.000,00 Rp 38.000.000,00
17.5%
Dana Desa
Rp 187.891.200,00 Rp 313.152.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 349.311.083,00 Rp 2.562.595.000,00
13.63%
Alokasi Dana Desa
Rp 258.453.952,00 Rp 729.586.000,00
35.42%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 101.400.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 0,00 Rp 163.597.000,00
0%
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga
Rp 6.480.000,00 Rp 17.500.000,00
37.03%
Bunga Bank
Rp 2.095.953,00 Rp 21.000.000,00
9.98%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 487.552.615,00 Rp 2.014.699.504,00
24.2%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 111.469.000,00 Rp 1.441.068.986,00
7.74%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 74.407.500,00 Rp 833.330.685,00
8.93%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 39.071.960,00 Rp 206.800.000,00
18.89%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 6.000.000,00 Rp 23.200.000,00
25.86%